Kebutuhan Talenta di Bidang Teknologi Mendesak Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

“Hingga saat ini masih ada kesenjangan yang cukup lebar antara kebutuhan industri atas talenta bidang data science & AI dengan ketersedian yang disiapkan oleh dunia pendidikan”

Jakarta, 5 Juli 2021 – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia telah mengakselerasi kehadiran teknologi digital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, kebutuhan untuk menyiapkan talenta di bidang teknologi khususnya data science dan AI kian mendesak dan perlu menjadi perhatian kalangan perguruan tinggi dan stakeholders lainnya guna membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Laporan The Future Job of Report 2020 oleh World Economic Forum (WEF) menemukan terjadinya adopsi teknologi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Hal ini mengindikasikan tentang mendesaknya kebutuhan pekerja antara lain di bidang data science dan analytics, artificial intelligence (AI) dan machine learning specialist, big data analytics, internet of thing (IoT) specialist, serta digital marketing specialist”, demikian dipaparkan Nadia Alatas, pemenang Women in ICT-Channel Asia Award 2020, pada kuliah umum di Universitas Negeri Semarang (UNNES) tanggal 22 Juni 2021.

Sejalan dengan dengan itu, laporan Bank Dunia yang berjudul ”Prospek Ekonomi Indonesia : Mempercepat Pemulihan” yang dirilis pada Juni 2021 juga menyoroti tentang masih minimnya lapangan kerja yang layak dan berkualitas untuk mendorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Dari sisi permintaan (demand), ada ketidakselarasan (mismatch) antara kapasitas angkatan kerja berpendidikan tinggi dengan kebutuhan industri. Gelar diploma atau sarjana tidak lagi menjadi jaminan, jika tidak mampu mengikuti cepatnya dinamika industri.

Laporan ini merekomendasikan strategi reformasi untuk mengatasi tantangan terkait pekerjaan antara lain, melengkapi tenaga kerja Indonesia untuk memiliki pekerjaan kelas menengah dengan berinvestasi dalam membangun sistem pembelajaran dan pelatihan serta berbagai program untuk meningkatkan keterampilan pekerja.

Laporan tersebut juga mendorong lebih banyak perempuan ambil bagian dalam angkatan kerja dan mengurangi kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan.

Nadia, yang juga menjadi finalis pada Women in ICT – Channel Asia Award 2021 yang sedang berlangsung, menekankan perlunya lulusan perguruan tinggi bahkan karyawan perusahaan melakukan up-skilling dan re-skilling agar cepat beradaptasi dengan kebutuhan pasar industri yang mengadopsi teknologi mutakhir.

Sebab, menurut dia, masih ada kesenjangan yang lebar antara kebutuhan industri atas talenta bidang data science & AI dengan ketersedian yang disiapkan oleh dunia pendidikan. Perguruan tinggi mempunyai tantangan guna menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Data Academy menyiapkan training, sertifikasi, standarisasi, serta mendampingi perguruan tinggi dalam menyusun kurikulum dan riset data science & AI. Sekaligus menyediakan program magang dan perekrutan. Semua itu dalam rangka mendekatkan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri,” Kata Nadia, founder Data Academy, perusahaan pembelajaran dan pelatihan bidang Data Science & AI.

Pandemi mendorong masyarakat semakin mengandalkan platform digital seperti Tokopedia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengingat bertransaksi online bisa menjadi alternatif untuk mengurangi penyebaran virus di tempat ramai. Fenomena ini turut mendorong jumlah pengguna aktif bulanan Tokopedia yang meningkat lebih dari 10 juta, dari 90 juta pada awal pandemi menjadi 100 juta pada Mei 2021.

Pandemi juga menjadi momentum bagi para pegiat usaha lokal, khususnya UMKM lokal, untuk beradaptasi dan mencapai lebih lewat kanal digital.

“Terbukti dari jumlah penjual yang tergabung di Tokopedia saat ini menjadi lebih dari 11 juta penjual, hampir 100%nya adalah UMKM bahkan 94%nya penjual berskala ultra mikro. Artinya ada peningkatan sebesar lebih dari 3,8 juta dari 72 juta penjual sejak sebelum pandemi Januari 2020 lalu. Berbagai kenaikan ini berbanding lurus dengan kebutuhan akan talenta digital yang semakin tinggi, termasuk di bidang Data Science dan AI. Mengingat kondisi pandemi telah membuat digitalisasi dan teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi berkembang pesat emnjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Head of Data Analytics – Business Intelligence Tokopedia Charlie Tjandra.

Kebutuhan talenta Data Science & AI ternyata juga bukan sekedar dibutuhkan oleh perusahan digital, tapi sudah makin merata ke semua perusahaan bahkan organisasi pemerintahan dan layanan publik. Otomatisasi sudah menjadi pilihan perusahaan agar lebih efisien dan kompetitif serta terus berkembang.

Perusahaan yang bergerak di sektor non teknologi seperti tambang, kesehatan, asuransi bahkan pemerintahan dan layanan publik juga tak ketinggalan ikut mengadopsi teknologi mutakhir  termasuk  Data  Science & AI serta internet of thing (IoT).

Menurut Rio Novrianti, General Manager internet of thing (IoT) Business Operation dan Analytics Telkomsel,“ Perpaduan Data Science & AI dengan IoT akan memperkuat berjalannya otomatisasi dan analytics.  Bahkan jauh sebelum pandemi, kami dari Telkomsel sudah banyak menyiapkan  teknologi IoT bagi banyak perusahaan. Salah satunya bersama Cybertrend sebagai penyedia layanan Data Science & AI menerapkan data science dan machine learning di salah satu  perusahaan tambang besar di Indonesia. Hal itu kami terapkan di aspek logistik dengan integrasi implementasi IoT, untuk memprediksi pemeliharaan dan keselamatan jalan (road maintenance & safety) bagi kendaraan berat, memprediksi ketersediaan sparepart, mengoptimasi penggunaan bahan bakar dan ban kendaraan, hingga menurunkan angka kasus kecelakaan.”

Nadia yang juga founder Cybertrend menyatakan hingga saat ini Cybertrend masih merasakan bahwa potensi pertumbuhan talenta di bidang teknologi, baik secara kualitas maupun kuantitas, sangat tinggi.”

“Hal inilah yang mendorong kami untuk mendirikan Data Academy dengan berkerja sama dengan perguruan tinggi agar mempercepat ketersedian talenta data science & AI dari dalam negeri,” Nadia menuturkan.

Beruntungnya, kini banyak perguruan tinggi sudah mulai menyadari hal ini, antara lain Universitas Parahyangan (UNPAR).

“Karena Data Science & AI merupakan teknologi teraktual yang digunakan hampir semua bidang, maka mengenalkan teknologi ini serta menaikkan keterampilannya menjadi bagian program pelatihan bekerja sama dengan lembaga pembelajaran. Melalui program-program tersebut, diharapkan bukan hanya alig pengetahuan semata, tetapi menjadi pengalaman dalam penerapannya. Serta yang tidak kalah penting adalah menyiapkan sertifikasi agar diakui industri ketika menyelesaikan perkuliahan. “ tegas Dr. Erwina, Ketua Program Studi Matematika dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Informasi lebih lanjut hubungi :

Contact@dataacademy.co.id